Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

Rahasia Dibalik Kenikmatan Jengkol!



Jengkol atau jering dalam bahasa latin Pithecollobium Jiringa atauPithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk yang digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat yang seharinya dikonsumsi ±100 ton. 

Jengkol termasuk tanaman polong-polongan. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap setelah diolah dan diproses oleh pencernaan.


Kenapa Jengkol itu punya bau yang menusuk??? Tidak jauh dari penyebab kenapa petai bau, penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.






Khasiat

Jengkol memiliki khasiat mencegah diabetes dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol sendiri diperkirakan mempunyai kadar penyerapan air yang tinggi dari dalam tanah.

"Pohon Jengkol diperkirakan dapat menyerap air lebih banyak dibanding tumbuhan lain. Dengan kata lain dengan ditanaminya pohon Jengkol di lereng-lereng gunung dan bukit disekitar sumber mata air di Bogor maka kemungkinan besar terjadinya banjir akan sangat kecil." Begitu ujar Direktur Hutan Pendidikan Gunung Walat, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Supriyanto.

Jengkol merupakan juga mengandung kandungan Kalsium yang tinggi,

Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g.

Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.

Protein juga memberikan efek menenangkan otak. Protein membantu otak bekerja dengan cepat dalam menerima pesan. Bagi anak-anak, protein sangat berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Pada orang dewasa, apabila terjadi luka memar dan sebagainya, protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak.

Jengkol cukup kaya akan zat besi, yaitu 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.

Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.

Jengkol juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.

Keperluan kalsium terbesar adalah pada saat masa pertumbuhan, tetapi pada masa dewasa konsumsi yang cukup sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang. Konsumsi kalsium yang dianjurkan pada orang dewasa adalah 800 mg per hari.

Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi. Dengan demikian, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi jengkol.

Kamis, 14 April 2011

Tips masak Mie Instan,,,dijamin rasanya Mak Nyusss....

Quote:
Tips memasak mie instan bear rasa Mak Nyuss dan aroma lezat:
1. Usahakan mie sudah dimasukkan ke air yang panas sekitar 3 menit,buang kuah yang berwarna kuning.dan ganti dengan air yang baru,,dan air sudah dalam kondisi matang/mendidih(biasanya kalau mie dimasukkan dalam posisi air belum mendidih kekenyalan mie berkurang)

2. Setelah mendidih masukkan mie kedalam air yang sudah mendidih tsb.

3. Biarkan mie sampai setengah matang(75%) baru kemudian masukkan minyak mie,bumbu baru kemudian cabe/saos pedasnya(usahakan urut dan gak usah diberi tambahan bumbu yang lain alias 100% dari dalam kemasan tsb dan kalau belum matang bumbu sudah dimasukkan rasa kurang nikmat walau dengan air matang sekalipun)

4.Setelah cukup matang silahkan diangkat dan siap disajiken.

NB:

Quote:
Quote:
* Usahakan bara api dalam kondisi stabil,,kalau pake tungku usahakan kayu terbakar dengan rata karena jika api gak stabil mie akan terasa SANGIT(Javanesse Language)kalau masak pake bara ARANG rasa akan 3X lipat lebih nikmat jika dibandingken masak dengan kompor gas/tungku.


Quote:
* Konsumsi mie instan yang baik adalah 2X dalam seminggu(kata Pak Dokter lho...
Quote:
*Bila mau ditambahi daging ayam/sapi/tempe/tahu...usahakan dimasukkan setelah bumbu nya.karena kalau daging duluan maka bumbu akan banyak terserap ke daging / tempe tsb dibandingken ke Mie atau kuahnya.
Quote:
*Bila mau ditambahi TELUR,,usahan telur masuk pertama kali sebelum bumbu(kuning telur setelah matang harap diaduk ato dikocok ampe melebur dengan kuah karena kuning telur yang menyatu akan menambah nikmat kuah dan aromanya)
Quote:
*Bila mau ditambahi sayuran dimasukkan terakhir waktu Mie mau diangkat bear sayuran tsb tidak lembek dan masih segar dimulut kita.
INI SARAN SAYA SIH.....